Minggu, 19 Maret 2017

JADI JENDERAL TERBAIK SAAT INI!! INI ALASANNYA... SHARE...JIKA SEPAKAT!!

7 Alasan Yang Membuat Jenderal Gatot Nurmantyo Dicintai Rakyat

Sebenarnya apa sih yang membuat publik tiba-tiba begitu mengelu-elukan, mencintai bahkan menggadang-gadangkan Gatot Nurmantyo jadi Presiden RI? Setidaknya ada 7 alasan yang membuat Jenderal Gatot Nurmantyo dicintai pasca peristiwa aksi bela Al Quran 4 November kemarin


Tegas
Umumnya seorang prajurit Gatot Nurmantyo berjiwa tegas. Beliau tidak pernah mentoleransi setiap potensi yang akan mengganggu ketertiban, kemanan dan kebhinekaan bangsa Indonesia. Sifat yang sepatutnya terdapat dalam jiwa seorang Panglima TNI.
Jujur
Berbeda dengan pejabat yang lain yang cenderung mengalihkan opini tentang aksi bela Al Quran kemarin, Gatot Nurmantyo begitu jujur dalam menuturkan pandangannya terhadap aksi tersebut. Jika pejabat lain menyebut aksi tersebut ditunggangi provokator dan rusuh, beliau justru berucap sebaliknya. 
Gatot Nurmantyo menyebutkan jika aksi kemarin sangat terkendali, damai, dan menyejukan. Bahkan beliau sendiri meyakinkan hadirin bahwa yang menyulut keributan itu adalah para provokator. 
Bahkan ketika dipancing dengan pernyataan Karni ilyas, bahwa Gatot cocok jadi Presiden, Panglima TNI ini hanya tertawa dan menjawab bahwa beliau tidak ada niatan menjadi Presiden bahkan beliau siap jadi tumbal demi keutuhan NKRI.
Paham Indonesia
Sebagai seorang prajurit yang ditugasi menjaga keutuhan NKRI, Gatot Nurmantyo paham betul segala potensi yang ada di Indonesia. Baik potensi alamnya yang jadi primadona bagi bangsa lain maupun potensi ancaman akan eksistensi bangsa ini, dari luar dan dari dalam. Termasuk ancaman candu dan narkoba yang disinyalir masuk dari Tiongkok.
Selanjutnya, Panglima TNI juga menjelaskan secara gamblang tentang ancaman yang dihadapi Indonesia. Pernyataan Gatot Nurmantyo ini sebelumnya sudah berkali-kali dilontarkan di berbagai kesempatan, akan tetapi seruan Panglima TNI tersebut masih belum begitu diperhatikan oleh pemerintah. Dan malam itu Jenderal Gatot kembali menegaskan keprihatinannya. Pernyataan Jenderal Gatot didukung oleh computer graphics yang ditunjukkan saat dia berbicara.
Pembahasan Jenderal Gatot di acara ILC malam itu memang tidak ada hubungannya dengan tema yang diangkat. Tapi nampaknya Jenderal Gatot ingin memanfaatkan kesempatan ini yang disiarkan secara live untuk menyampaikan keprihatinannya.
Taat
Sebagai seorang muslim Gatot Nurmantyo tidak melupakan jati dirinya. Dengan gagah dan lantang beliau berujar bahwa Indonesia bukan Indonesia kalau tidak ada Islam, Islam adalah benteng terakhir NKRI.
Dalam ucapan ini Gatot Nurmantyo ingin menegaskan dua hal, pertama; bahwa para pendemo kemarin adalah elemen penting eksistensi bangsa Indonesia. Umat Islamlah (tanpa menghilangkan peran umat lain) yang memiliki peran teramat penting dalam upaya merebut, mempertahankan hingga menjaga kemerdekaan bangsa yang kita cintai ini.
Kedua, sebuah bentuk kebanggaan akan jati dirinya sebagai seorang muslim. Dalam perkataanya, beberapa kali beliau menepuk dada dan berkata “saya bangga jadi seorang muslim”. Ketika aksi bela Quran yang pertama pun tampak ikut solat berjamaah dengan  para Habaib dan demonstran.
enderal Gatot Nurmantyo boleh jadi bukanlah satu-satunya orang berpangkat di negeri ini yang mencintai dan dicintai rakyatnya. Boleh jadi beliau bukanlah satu-satunya pejabat baik hati yang mendukung umat Islam dalam menyampaikan aspirasinya. Tapi sangat jarang di negeri ini seorang pejabat yang jujur dan netral di saat opini publik coba dibelokan oleh media-media mainstream dengan begitu licik dan gencar.
Boleh jadi (saat ini) beliaulah satu-satunya pejabat teras negeri ini yang mampu meraih hati dan cinta umat Islam disaat umat ini kehilangan kepercayaan bisa tegaknya keadilan kepada orang-orang yang seharusnya menegakan keadilan untuk rakyatnya. Boleh jadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar